Klausul 5 berisi persyaratan yang wajib dipenuhi oleh manajemen puncak dan terdiri atas tiga sub-elemen utama:
Persyaratan ini ditujukan kepada manajemen puncak. Manajemen puncak harus menunjukkan kepemimpinan dan komitmen dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu dengan cara:
bertanggung jawab penuh atas keefektifan Sistem Manajemen Mutu;
memastikan kebijakan mutu dan sasaran mutu ditetapkan serta selaras dengan konteks organisasi dan arahan strategis;
memastikan persyaratan Sistem Manajemen Mutu terintegrasi ke dalam proses bisnis;
mempromosikan penerapan pendekatan proses (process approach) dan pemikiran berbasis risiko (risk-based thinking);
menjamin tersedianya sumber daya yang memadai;
mengomunikasikan pentingnya manajemen mutu kepada seluruh jajaran manajemen;
memastikan Sistem Manajemen Mutu mencapai hasil yang diharapkan;
melibatkan, mengarahkan, dan mendukung seluruh personel agar berkontribusi terhadap keefektifan Sistem Manajemen Mutu organisasi;
mempromosikan perbaikan berkelanjutan (improvement);
mendorong peran manajemen terkait untuk menunjukkan kepemimpinan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
Persyaratan ini ditujukan kepada manajemen puncak agar senantiasa berfokus pada pelanggan dalam menjalankan kegiatan bisnis organisasi.
Manajemen puncak harus menunjukkan kepemimpinan dan komitmen terhadap fokus pelanggan dengan memastikan bahwa:
persyaratan pelanggan serta peraturan dan perundang-undangan yang berlaku telah ditetapkan, dipahami, dan dipenuhi;
risiko dan peluang yang dapat memengaruhi kesesuaian produk dan jasa serta kemampuan organisasi dalam meningkatkan kepuasan pelanggan telah ditentukan dan dikomunikasikan;
fokus terhadap peningkatan kepuasan pelanggan diterapkan secara konsisten di seluruh organisasi.
Persyaratan ini ditujukan kepada manajemen puncak untuk menetapkan dan mendokumentasikan kebijakan mutu sebagai pernyataan komitmen organisasi dalam memberikan jaminan mutu.
Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan mutu yang:
sesuai dengan tujuan serta konteks organisasi;
menjadi acuan dalam penetapan sasaran mutu;
memuat komitmen untuk memenuhi persyaratan yang berlaku;
memuat komitmen untuk meningkatkan kinerja Sistem Manajemen Mutu secara berkelanjutan.
Setelah kebijakan mutu ditetapkan, kebijakan tersebut harus:
tersedia sebagai informasi terdokumentasi;
dikomunikasikan, dipahami, dan diterapkan oleh seluruh jajaran organisasi;
tersedia bagi pihak-pihak berkepentingan yang relevan.
Manajemen puncak harus menjamin bahwa tanggung jawab dan wewenang telah ditetapkan, dikomunikasikan, dan dipahami di seluruh organisasi.
Manajemen puncak juga harus menetapkan tanggung jawab dan wewenang untuk memastikan bahwa:
Sistem Manajemen Mutu memenuhi persyaratan standar ISO 9001;
proses-proses yang dijalankan memberikan hasil sesuai dengan yang direncanakan;
kinerja Sistem Manajemen Mutu serta peluang peningkatan kinerja dilaporkan kepada manajemen puncak;
fokus pada pelanggan dipromosikan ke seluruh jajaran organisasi;
integritas Sistem Manajemen Mutu tetap terpelihara meskipun terjadi perubahan.